BBM
dan DPR
Suatu
hari di gedung DPR para anggota dewan sedang melaksanakan rapat bulanan dengan aman,tenteram,dan
damai.
Tiba-tiba
para perompak eh maaf perampok maksutnya datang sambil menodongkan
senjata,gedungpun menjadi ramai dan menegangkan,stasiun TV pun berlomba-lomba
menyiarkan peristiwa tersebut,warga pun berdebat sengit tentang peristiwa itu
dan disalah satu tempat terjadi perdebatan antara pak Herman dan pak Munir.
Pak
Herman bertanya ‘’pak,anda sudah lihat acara TV tadi?”. ”acara apa pak?” Tanya
pak Munir keheranan . Pak Herman pun
menjawab”katanya sih anggota DPR disandera para perampok meminta tebusan
senilai 2 milyar kalau tidak dibayar para perampok akan membakar anggota
dewan,para mahasiswa juga menggalang dana untuk itu.Silahkan bapak pikir dulu
saja mau menyumbang berapa”
Setelah
lama berpikir Pak Munir menyahut”saya ingin menyumbang” lalu pak herman
bertanya”nyumbang berapa pak?”
“2 liter
bensin”lanjut Pak Munir dengan polos.
Pak Herman pun terdiam
“Kenapa diam pak,saya benar kan? Mereka makan dengan hasil korupsi uang kita kenapa kita bantu mereka ” Tanya Pak Munir. Pak Herman tetap terdiam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar