Kamis, 10 Desember 2015

teks LAPORAN HASIL OBSERVASI



Penghuni Kelas X IPA 4
  Kelas X IPA 4 adalah kelas yang paling kompak, seru, kocak, dan menyenangkan di SMAN 2 kota Magelang. Penghuni kelas X IPA 4 terdiri dari laki-laki dan perempuan. Ada 8 siswa laki-laki dan 22 siswa perempuan. Wali kelas X IPA 4 adalah bapak Riyanto S.pd,Ketua kelas tersebut adalah Ahmad Fatoni sedangkan wakilnya adalah Muhammad M Munir.
      Umur rata-rata penghuni kelas X IPA 4 15 tahun.Sedangkan untuk hobi siswa kelas X IPA 4 sangat beragam. Ada yang hobinya olahraga, seni, membaca,dan masih banyak lagi.Hobi yang paling banyak digemari adalah seni sedangkan yang paling sedikit adalah musik.
          Profesi orang tua dari penghuni kelas X IPA 4 juga beragam mulai dari petani hingga pengusaha,dan profesi yang paling banyak adalah wiraswasta sedangkan yang paling sedikit adalah TNI/POLRI
Cita-cita siswa kelas X IPA 4 sangat beragam.. cita-cita yang di inginkan siswa X IPA 4 adalah dokter,TNI, polri, pengusaha, guru,dan masih banyak lagi.
Saya berharap dengan keberagaman karakter,profesi,jabatan atau apapun yang dimiliki orang tua maupun diri sendiri dari penghuni kelas X IPA 4 kita tetap bias bersama menggapai cita.

hut SMADA



HUT SMADA 36
Puncak perayaan HUT SMADA ke-36 dilaksanakan tanggal 25 oktober 2015 diisi dengan berbagai lomba seperti lomba hias tumpeng dan jalan santai.Kegiata jalan santai dimulai pukul 08.00 dengan antusias,setelah jalan santai dibagikan berbagai doorprize dan juga penampilan kesenian.Sedangkan lomba hias tumpeng dilaksanakan dikelas bersamaan dengan pembagian hadiah jalan santai.
   Setelah kegiatan jalan santai dan hias tumpeng SMAN 2 KOTA MAGELANG juga menundang bintang tamu dari JOGJAKARTA yakni LOS PAKUALAMOS acara ini banyak menyita perhatian warga sekitar dan khalayak luas serta dari warga SMAN 2 sendiri.Acara tersebut berakhir pukul 17.00 dan berjalan dengan lancar.

KERUGIAN BELAJAR WAYANGAN



Kerugian Belajar WAYANGAN
       Belajar wayangan adalah suatu system atau cara belajar dengan system kejar target dalam jangka waktu terbatas.
Dengan cara ini kerja otak dituntut ekstra keras untuk menguasai suatu hal atau materi,namun dalam kenyatannya  dengan system ini materi sulit dicerna karena kemampua otak untuk bekerja juga terbatas.
Berikut kerugian dari system belajar WAYANGAN:
1.Otak menjadi lelah
System belajar WAYANGAN membuat fungsi otak terganggu dan tidak bias menerima rangsang dari luar.Hal ini karena otak yang terus dipaksa dan tidak ada waktu untuk istirahat.
2. Gangguan memori otak
Hal ini tergantung dari ketahanan otak.Dengan system ini kerja otak menjadi lambat dan sulit menangkap memori jarak pendek
3. Masalah kesehatan
Kondisi otak yang terus dipacu dan kurang istirahat akan menimbulkan dampak buruk terhadap kesehatan seperti cemas stress dan kurang konsentrasi serta menurunkan imunitas.Selain gangguan fisik system belajar ini juga menimbulkan ganguan psikis seperti yang telah diuraikan.

TEKS ANEKDOT



BBM dan DPR
Suatu hari di gedung DPR para anggota dewan sedang melaksanakan rapat bulanan dengan aman,tenteram,dan damai.
Tiba-tiba para perompak eh maaf perampok maksutnya datang sambil menodongkan senjata,gedungpun menjadi ramai dan menegangkan,stasiun TV pun berlomba-lomba menyiarkan peristiwa tersebut,warga pun berdebat sengit tentang peristiwa itu dan disalah satu tempat terjadi perdebatan antara pak Herman dan pak Munir.
Pak Herman bertanya ‘’pak,anda sudah lihat acara TV tadi?”. ”acara apa pak?” Tanya pak Munir keheranan .  Pak Herman pun menjawab”katanya sih anggota DPR disandera para perampok meminta tebusan senilai 2 milyar kalau tidak dibayar para perampok akan membakar anggota dewan,para mahasiswa juga menggalang dana untuk itu.Silahkan bapak pikir dulu saja mau menyumbang berapa”
Setelah lama berpikir Pak Munir menyahut”saya ingin menyumbang” lalu pak herman bertanya”nyumbang berapa pak?”
“2 liter bensin”lanjut Pak Munir dengan polos.  Pak Herman pun terdiam

“Kenapa diam pak,saya benar kan? Mereka makan dengan hasil korupsi uang kita kenapa kita bantu mereka  ” Tanya Pak Munir.  Pak Herman tetap terdiam