Kamis, 09 Juni 2016

Laporan PLS



Laporan Perjalanan PLS ke Sritex dan Museum Sangiran

      Tanggal 16 Februari SMAN 2 Magelang mengadakan kegiatan Pembelajaran Luar Sekolah atau PLS.Kegiatan ini adalah program tahunan sekolah yang dilaksanakan setiap tahun untuk siswa kelas X.Tempat yang kami kunjungi adalah PT.Sritex,Museum Sangiran, dan pusat grosir Solo.

    Saya berangkat dari rumah pukul 06.00 agar tidak terlambat sampai sekolah,karena tepat pukul 07.00 kami sudah harus berangkat ke tujuan yang akan kami kunjungi.Tepat pukul 06.30 saya sudah sampai disekolah.Di sana teman-teman sudah siap.Dikarenakan bis yang akan saya tumpangi mengalami keterlambatan,saya menunggu di pos satpam belakang.Setelah menunggu 30 menit bis yang akan saya tumpangi tiba.Kami berangkat pukul 07.00,di perjalanan kami bersenda gurau dan menikmati keindahan alam yang sangat luar biasa.

   Setelah menempuh perjalanan dua jam kami tiba di PT.Sritex.Pt.Sritex merupakan perusahaan yang awalnya berada di pasar Klewer Solo.Perusahaan ini memproduksi berbagai jenis tekstil mulai dari bahan pakaian rumah tangga sampai pakaian Angkatan Bersenjata.Setelah melihat seluruh kegiatan produksi kami lanjutkan untuk melihat toko mempertontonkan berbagai macam tekstil dan souvenir,disini kami bisa membeli cinderamata yang di pajang.

    Selanjutnya perjalanan kami lanjutkan ke Museum Sangiran yang berada di desa Trinil.Museum Sangiran adalah museum yang bersejarah karena disini kami dapat melihat berbagai fosil manusia purba yang asli.Museum Sangiran memiliki 3 ruang pamer.Di dalam ruang pamer 1 terdapat fosil manusia purba jenis Homo Erectus.Di ruang pamer 2 berisi langkah-langkah kemanusiaan,berupa penjelasan proses pembentukan fosil dan proses penemuan fosil.Di ruang pamer 3 kami bisa melihat fosil Homo Erectus seluruhnya.

  Setelah selesai berkeliling ruang pamer kami di himbau untuk berganti pakaian bebas dan melanjutkan perjalanan ke pusat grosir Solo.Ketika dalam perjalanan kami mendapat berita dari pemandu jalan bahwa pusat grosir Solo telah tutup.Agar para siswa tidak kecewa pemandu memilih alternatif ke Solo Square.Sekitar pukul enam sore kami tiba di sana.Kami diberi jangka waktu dua jam untuk membeli oleh-oleh .Sekitar jam 19.00 kami melanjutkan perjalanan ke restoran untuk makan dan menunaikan ibadah sholat.

  Setelah itu kami melanjutkan perjalanan pulang ke Magelang.Di perjalanan teman-teman di bis 1 tertidur lelap.Sekitar jam 23.00 kami tiba disekolah,kemudian saya pulang kerumah.Saya merasa senang dengan adanya kegiatan PLS ini dan juga program ini sangat berharga bagi kami

Cerpen

          Kisah Cinta Mengharukan Tentang seorang Ibu Dan Anaknya


 - Pada suatu subuh Saya hendak berangkat kerja. kalau bukan karena perintah atasan, sebenarnya Saya sangat malas untuk datang ke kantor di hari libur. dengan mata masih mengantuk, Saya mengendarai motor dengan agak pelan sambil menahan dinginnya angin subuh. namun, tiba-tiba ditengah perjalanan "Braaak"!!! Saya dikagetkan dengan suara benturan yang sangat keras yang membuat saya terkejut, ternyata tepat didepan Saya terjadi kecelakaan. terlihat ada tiga orang sudah terkapar, Saya hentikan motor lalu Saya pinggirkan di tepi jalan, dengan tergesea-gesa Saya dekati tiga orang itu, sebenarnya saya tidak sanggup melihat kondisi  ketiga orang tersebut, tapi karena jiwa kemanusiaan saya, akhirnya saya memberanikan diri.

Terlebih saat saya melihat keadaan seorang Gadis berumur sekitar 15 tahun, kepalanya berlumuran darah terbentur aspal sangat keras begitu juga dengan seorang bapak diperkirakan berumur 35 tahun mengalami hal yang sama. namun ada seseorang anak lelaki yang saya perkirakan anak laki-laki tersebut yang telah memboncegi gadis tersebut. anak laki-laki tersebut masih tersadar duduk sambil merintih menahan kesakitan. saat itu keadaan sepi, mungkin karena keadaan yang masih sangat pagi diperkirkan semua kantor juga libur mata saya nanar dan berkaaca kaca melihat peristiwa tersebut.

Tak tahan melihatnya cepat-cepat saya angkat gadis itu yg sudah terluka parah, entah karna apa saya langsung menolong gadis itu. mungkin karna gadis itu mirip dengan adik saya, jadi saya merasakan bagaimana kalo itu benar terjadi dengan adik saya. Dengan sekuat tenaga saya mengangkat gadis kecil itu, saya berteriak pada orang sekitar agar turut membantu, terutama untuk menolong seorang bapak yang sudah sekarat.

Dengan tertatih dan penuh darah di baju. saya coba menghentikan mobil yg sedang melaju. Namun 1, 2, dan 3 mobil menolak, tak sanggup melihat seorang anak gadis yang sedang sekarat dipangkuan saya. saya mencoba memberanikan diri saya ke tengah jalan raya dan memberhentikan sebuah mobil pick up. tak banyak bicara langsung saya naik ke mobil. Hendak ingin menikkan gadis ke mobil tiba-tiba terjadi sedikit cekcok
"ini ada apa!?" tanya supir dengan sedikit menggentak.
"tolong antarkan anak ini kerumah sakit terdekat pak" jawab saya tergesa.
"tidak bisa, saya sedang sibuk" jawab supir.
"bapak tidak melihat gadis ini dengan penuh darah dan sekarat. bapak masih punya hati kan!?" saya dengan sedikit nada kesal.Supir itu pun terdiam setelah melihat kondisi gadis tersebut. Setelah mendapat sinyal persetujuan saya langsung menaikkan gadis itu ke mobil, lalu orang-orang yang telah datang untuk membantu pun ikut mengangkat pemuda dan bapak yang terluka parah tersebut naik ke mobil pick up itu. Setelah semua korban kecelakaan itu naik ke mobil, mobil itu pun jalan menuju rumah sakit terdekat. Tetapi saya tidak ikut ke rumah sakit dikarenakan saya harus melanjutkan perjalanan menuju kantor. Sebelum ke kantor sejenak saya melihat-lihat kondisi motor bekas kecelakaan tadi, ternyata kondisinya sangat parah dan Motor sudah tak terlihat bentuknya. Motor itu pun di simpan sementara di pom bensin yang dekat dengan kecelakaan. Setelah saya melihat tempat kejadian. Saya melanjutkan perjalanan ke kantor, untung saja saya punya baju cadangan untuk mengganti baju yang penuh darah.

Setelah jam pulang kantor kira-kira jam lima sore saya berniat ke pom bensin, selain untuk mengisi bensin, saya juga ingin melihat apakah motor bekas itu sudah diambil atau belum. Sampai di pom bensin saya melihat ada seorang bapak dan ibu yang ingin membawa motor bekas kecelakaan tersebut.
Saya dekati bapak dan ibu itu, dengan sedikit takut saya pun bertanya.
"maaf pak, bu. Motor ini kenapa pak, koq ringsek begini?" tanya saya pura-pura tidak tahu.
"ini motor anak saya yang tadi pagi kecelakaan" jawab bapak agak memelas.
"kalau boleh tahu anak bapak cewek apa laki-laki, trus bagaimana dengan kondisinya sekarang pak?" tanya saya penasaran.
''anak saya cewek dik, dia sudah meninggal karna benturan keras dikepalanya". jawab bapak dengan haru.
Mendengar jawaban dari bapak itu saya langsung terdiam, lemas, dan tidak berani bertanya. langsung lemes saya, tidak berani bertanya lagi.
Saat saya terdiam tiba-tiba ibu itu berbicara dengan sedikit isak tangis.
"padahal semalam ibu sudah melarangnya buat pergi, tapi anak ibu terus membantah untuk tetap pergi dengan teman laki-lakinya, padahal ibu tidak mengijinkan dia untuk pergi" kata ibu itu sambil menangis.
"berarti anak ibu itu semalaman bersama teman laki-lakinya itu tanpa izin orang tuanya" gumam dalam hati saya. naudzubillah ampuni dia Yaa Allah.

terakhirnya ibu itu bicara sendiri "ya Allah ikhlasin hamba, jangan sampai kekecewaan ini menyulitkan anakku disana. sayangi anakku ya Allah sesungguhnya hamba sangat menyanginya" doa ibu itu sambil nangis.

Kejadian ini menjadi pelajaran penting buat saya bahwa larangan ibu sangatlah keramat, banyak akibat buruk yang akan kita alami jika kita tidak menuruti perintah ibu, dan kejadian ini juga bisa menjadi pelajaran buat para orang tua, agar lebih bisa mengontrol pergaulan anak gadisnya.

setelah itu saya pulang , takut terharu terlalu lama disitu. begitulah akhir pengalamanku,